Ilusi Cinta

November 29, 2008

Cinta kadang ajaib, tetapi keajaiban terkadang hanyalah ilusi….

Ada dua orang lelaki yang sangat berbeda, baik fisik maupun kepribadiannya… Kesamaan diantaranya adalah mereka berdua sama-sama menarik perhatianku (katakanlah menyita perasaanku ^_^)

Lelaki pertama adalah temanku sejak kecil (tapi aku baru akrab dengannya saat aku SMA), awalnya aku agak antipati terhadapnya akibat cerita cinta penuh kerumitan yang melibatkan dia. Tapi, waktu mengubah kami menjadi dekat, dan didalam kedekatan kami aku mulai merasakan perubahan dalam hatiku. Perasaanku terasa melayang hanya karena keberadaanya….Jantungku terus berdetak kencang saat dirinya berada disampingku. Saat itu mataku tidak pernah lepas memandangnya, di mataku dia begitu sempurna ^_^.Sampai di suatu hari dia memilih seseorang menjadi kekasihnya, seorang wanita yang di mataku begitu sempurna. Sejak saat itu, dia selalu menceritakan tentang perasaannya…. Perasaanku saat itu terasa sakit nyeri saat mendengarnya, tapi aku tetap bertahan disampingnya…. karena saat itu aku punya pemikiran, meskipun aku tidak bisa menjadi orang yang dicintainya aku berharap aku bisa menjadi teman terbaik di matanya….

Lelaki kedua adalah teman kerjaku saat di Aceh. Awalnya, dia hanyalah objek obrolan antara aku dan teman-temanku. Tapi entah sejak kapan mulainya kami menjadi dekat, Perasaanku selalu tersentuh saat dia menangis disampingku…. Jantungku berdegup kencang saat bersamanya. Aku mulai terlena dengan mimpi- mimpi yang ditawarkannya meskipun tidak ada satupun dari temanku yang berdiri disampingku untuk mendukung pilihanku untuk bersamanya. Saat aku terbangun dari mimpi indah, hanya sakit, tangis dan rasa malu yang tersisa. Namun, meskipun aku sudah terbangun dari mimpi itu, aku tetap tidak bisa meninggalkannya sendiri…untuk alasan yang aku sendiri bingung… aku berusaha bertahan bersamanya sampai saat terakhir kami.

Beberapa tahun terakhir ini aku sering berpikir mengenai banyak hal, termasuk memikirkan tentang perasaanku, banyak hal yang membuatku perpikir. Salah satu hal yang membuat aku berpikir adalah kenapa aku tidak berusaha berjuang demi « cintaku » , saat menyukai lelaki pertama aku memilih mundursaat dia memilih yang lain, dan saat dengan lelaki kedua aku juga memilih mundur dan menyerah dengan perasaanku saat dia mengkhianati aku. Sebenarnya pemikiran ini muncul saat lelaki kedua menyalahkanku yang tidak berjuang mempertahankannya…

Saat itulah aku mulai berpikir dengan apa yang terjadi. Saat aku « jatuh cinta » pada lelaki pertama dan kedua, aku merasa kalau aku benar- benar kasmaran pada mereka. Tapi saat bertemu halangan, aku langsung menyerah dengan « cintaku »… dan perasaan « cintaku » pada mereka pudar seiring waktu… Aku sering berpikir, apakah semudah itu cinta menghilang ?

Sekarang, aku lumayan kesulitan membanyangkan perasaanku pada mereka berdua…. entahlah… bagiku perasaan « cintaku » pada mereka seperti tidak nyata. Aku mungkin dulu terlalu naif mengartikan perasaanku dengan rasa cinta. Hatiku ternyata lebih jujur pada perasaanku, aku memutuskan untuk mundur, karena hatiku merasa bahwa aku tidak sebegitu cintanya pada mereka sehingga aku harus memperjuangkannya.

Karena itulah, sekarang aku lebih hati- hati dalam mengartikan perasaanku. Perasaanku pada mereka berdua saat itu terasa nyata seperti « cinta yang mendalam », perasaan yang memaksaku melakukan banyak hal yang tidak terbanyangkan…. tetapi, sedalam apapun itu tetap tidak bisa memaksa hatiku untuk mencintainya. Hal itulah yang membuat jelas akan banyak hal, seperti kenapa hatiku tidak berniat memperjuangkan mereka dan kenapa hatiku seperti terselubung es saat kejadian itu.

Ilusi cinta…… satu-satunya yang jujur dalam hal ini adalah hati manusia, hanya terkadang hati kita tertutup olehbermacam- macam perasaan manusia yang tercemar. Percaya pada kata hati adalah cara untuk keluar dari ilusi cinta…. ^_^….Jangan sampai kita terjebak dalam ilusi cinta yang membuat kita kehilangan kesempatan dengan orang yang benar-benar kita cintai.