Aufwiedersehen…..
March 10, 2008
Jujur…ak lumayan syok waktu itu, rasa2nya ini hanyalah mimpi buruk..berharap ada seseorang yang akan membangunkanku…tapi kalau ak teringat rintihan kesakitan bapakku, aku rasa bapakku jauh lebih bahagia sekarang….
Waktu kucium pipinya untuk terakhir kalinya, tubuhnya masih hangat..sehangat waktu dirinya menciumku waktu kumasih kecil dulu…dia terlihat sedang tertidur pulas…
Aku ikhlas dengan kepergiannya…tapi entah mengapa air mata ini mengalir….apalagi kalau teringat kebersamaan yg terjadi, teringat caranya menilai bobot tubuhku ^_^…teringat tebak2annya….teringat humor2 yang diperolehnya dari Jtv…teringat curhat2nya padaku (termasuk ttg perasaannya pada ibuku ^_^)…teringat cerita2nya tentang kehidupannya…teringat saat ak dan dia membicarakan ttg sosok suami masa depanku….ak tidak ingin menangis, tapi entahlah hati ini terasa begitu rindu padanya…
Tapi apa gunanya menangis terus…toh tidak akan mengubah apapun…malahan kalau ak terus menangis…bukankah malah hanya akan membuatnya semakin berat meninggalkan kami…
Hanya percaya…suatu saat nanti…kita pasti akan berkumpul kembali..saat itu tidak lagi ada air mata dan kesedihan…
Yang bisa kulakukan untuk menunggu saat itu tiba hanya berusaha hidup sebaik mungkin, berusaha tidak mengecewakan harapannya padaku…berusaha memenuhi amanatnya, menjaga wanita yang dicintainya, yaitu ibuku….menjaga keluarga yang sangat disanyanginya, bahkan sampai saat terakhir dalam hidupnya…
Akhirnya aku hanya bisa mengatakan…..Aufwiedersehen main fater….Sampai ketemu ayahku ^_^…Aku dan ibu pasti baik2saja…istirahatlah dengan tenang dan tunggulah aku disana….
Aufwiedersehen…..
March 10, 2008
Jujur…ak lumayan syok waktu itu, rasa2nya ini hanyalah mimpi buruk..berharap ada seseorang yang akan membangunkanku…tapi kalau ak teringat rintihan kesakitan bapakku, aku rasa bapakku jauh lebih bahagia sekarang….
Waktu kucium pipinya untuk terakhir kalinya, tubuhnya masih hangat..sehangat waktu dirinya menciumku waktu kumasih kecil dulu…dia terlihat sedang tertidur pulas…
Aku ikhlas dengan kepergiannya…tapi entah mengapa air mata ini mengalir….apalagi kalau teringat kebersamaan yg terjadi, teringat caranya menilai bobot tubuhku ^_^…teringat tebak2annya….teringat humor2 yang diperolehnya dari Jtv…teringat curhat2nya padaku (termasuk ttg perasaannya pada ibuku ^_^)…teringat cerita2nya tentang kehidupannya…teringat saat ak dan dia membicarakan ttg sosok suami masa depanku….ak tidak ingin menangis, tapi entahlah hati ini terasa begitu rindu padanya…
Tapi apa gunanya menangis terus…toh tidak akan mengubah apapun…malahan kalau ak terus menangis…bukankah malah hanya akan membuatnya semakin berat meninggalkan kami…
Hanya percaya…suatu saat nanti…kita pasti akan berkumpul kembali..saat itu tidak lagi ada air mata dan kesedihan…
Yang bisa kulakukan untuk menunggu saat itu tiba hanya berusaha hidup sebaik mungkin, berusaha tidak mengecewakan harapannya padaku…berusaha memenuhi amanatnya, menjaga wanita yang dicintainya, yaitu ibuku….menjaga keluarga yang sangat disanyanginya, bahkan sampai saat terakhir dalam hidupnya…
Akhirnya aku hanya bisa mengatakan…..Aufwiedersehen main fater….Sampai ketemu ayahku ^_^…Aku dan ibu pasti baik2saja…istirahatlah dengan tenang dan tunggulah aku disana….